Dari Hari ke Hari

Dari Hari ke Hari

Mahbub Djunaidi / May 26, 2019

Dari Hari ke Hari Novel ini menceritakan pergolakan di awal kemerdekaan Indonesia dalam rentang waktu Pak Junaidi menjadi pegawai Jawatan Mahkamah Islam Tinggi pindah tugas dari Jakarta ke Solo tatkala pusat

  • Title: Dari Hari ke Hari
  • Author: Mahbub Djunaidi
  • ISBN: 9794193380
  • Page: 276
  • Format: Paperback
  • Novel ini menceritakan pergolakan di awal kemerdekaan Indonesia dalam rentang waktu 1950 1954 Pak Junaidi menjadi pegawai Jawatan Mahkamah Islam Tinggi pindah tugas dari Jakarta ke Solo tatkala pusat pemerintahan dipindah ke Yogyakarta ketika Agresi Militer Belanda II Keadaan tetap sama baik ketika Pak Junaidi bertugas di Jakarta maupun di Solo Si Bocah, anak Pak JunaiNovel ini menceritakan pergolakan di awal kemerdekaan Indonesia dalam rentang waktu 1950 1954 Pak Junaidi menjadi pegawai Jawatan Mahkamah Islam Tinggi pindah tugas dari Jakarta ke Solo tatkala pusat pemerintahan dipindah ke Yogyakarta ketika Agresi Militer Belanda II Keadaan tetap sama baik ketika Pak Junaidi bertugas di Jakarta maupun di Solo Si Bocah, anak Pak Junaidi, hampir tiap hari menyaksikan para tentara memikul senjata, apalagi setelah TNI Jawa Barat pindah ke Jawa Tengah Pergolakannya adalah seputar Agresi Belanda II, oposisi Muso serta DI TII Tetapi Si Bocah tidak sedikit pun terpengaruh oleh kenyataan itu Ia tetap menjalani kegiatannya sebagai pelajar biasa siang belajar di Sekolah Negeri No 27, sore sekolah agama dan malam mengaji di surau Uniknya, novel ini mengambil sudut pandang Si Bocah, sehingga peristiwa pertumpahan darah tidak mengerikan, namun justru menggelikan Di luar semua itu, novel ini penuh dengan metafora metafora yang mengejutkan.

    detikNews Berita hari ini di Indonesia dan Internasional Info berita terbaru hari ini baik peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional Google Search the world s information, including webpages, images, videos and Google has many special features to help you find exactly what you re looking for. ASIA Nonton Movie Online Kedarnath Nonton Streaming Movies Download Film Free Subtitle Indonesia Gratis Sinopsis Kedarnath cinema film yang seru bercerita Pada tahun , seorang gadis Hindu yang kaya raya, Mukku, berziarah ke Kuil bersejarah Kedarnath di pegunungan Uttarakhand.Disana, ia segera bertemu dan jatuh cinta dengan Mansoor, seorang anak laki laki Muslim yang rendah hati, yang Sidomi News Terkini Berita Terbaru Hari Ini Jefri Nichol Terjeblos Ke Neraka Dalam Trailer Menyeramkan Film Adaptasi Game Dreadout Trailer dari film horor adaptasi game fenomenal karya kreator tanah air Dreadout baru saja Bo azii University History In , Robert College was founded in Bebek by Christopher Robert, a wealthy American and a philanthropist, and Cyrus Hamlin, a missionary devoted to education Six years after its foundation, with the permission Ottoman Turkish irade of the Ottoman Sultan, the first campus at present, it is the South Campus of Bo azii University was built in Bebek at the ridge of Rumelia Daftar hari kemerdekaan nasional bahasa Hari kemerdekaan nasional merupakan sebuah peristiwa tahunan yang dirayakan guna memperingati kemerdekaan suatu bangsa menjadi sebuah negara berdaulat, biasanya setelah pecah dari suatu bangsa atau negara atau juga selesainya pendudukan militer.Sebagian besar negara negara menjadikan hari kemerdekaan mereka sebagai hari raya nasional, dan dalam beberapa kasus Universitas Dian Nuswantoro UDINUS Perguruan Tinggi Don t be afraid to learn and keep fighting to make everything better was born in February th . detikcom Informasi Berita Terupdate Hari Ini Indeks berita terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia dan Internasional Paket WISATA RAJA AMPAT Tour Raja Ampat NO TERBAIK Paket Wisata Raja Ampat Paling Terpercaya untuk keperluan liburan keluarga, reuni, gatering, kunjungan kerja dinas, customer gatering perusahaan, BUMN atau apapun jenis kegiatan Anda di Raja Ampat maka jangan sungkan menghubungi Oasis Raja Ampat sebagai ahlinya liburan raja ampatOh iya kami percaya tidak ada tour operator lokal yang memberikan pelayanan terbaik dari travel wisata lain di Paket Wisata Murah Pulau Seribu Berbadan hukum dan berpengalaman lebih dari tahun dan sudah dipercaya ribuan pelanggan Team yg profesional siap membantu anda baik dalam proses booking sampai dengan proses

    • Unlimited [Classics Book] ¿ Dari Hari ke Hari - by Mahbub Djunaidi È
      276 Mahbub Djunaidi
    • thumbnail Title: Unlimited [Classics Book] ¿ Dari Hari ke Hari - by Mahbub Djunaidi È
      Posted by:Mahbub Djunaidi
      Published :2018-09-13T10:27:47+00:00

    About "Mahbub Djunaidi"

      • Mahbub Djunaidi

        Ia ingin menulis, dan akan terus menulis Sampai kapan Hingga tak lagi mampu menulis, ujarnya Mungkin karena itu, Ketimbang disebut politikus, saya lebih senang disebut sastrawan Lelaki ini mengawali kegiatan menulis dan berorganisasi sebagai redaktur majalah sekolah, Pemuda Masyarakat, sambil mengetuai Ikatan Pemuda Pelajar Indonesia IPPI ranting SMP II di Jakarta, 1952 Sebelumnya, anak pertama dari 13 bersaudara ini tamat SD di Solo, Jawa Tengah Waktu itu, pada awal Kemerdekaan, sekeluarga mengungsi Di Solo, ia juga belajar di madrasah Mabaul Ulum Salah seorang gurunya, Kiai Amir, Memperkenalkan saya kepada tulisan Mark Twain, Karl May, Sutan Takdir Alisjahbana, dan lain lain Masa itu sangat mempengaruhi perkembangan hidup saya, cerita Mahbub Ayahnya, H Djunaidi, almarhum, adalah tokoh NU dan pernah jadi anggota DPR hasil Pemilu 1955 Tatkala Belanda menduduki Solo, ia sekeluarga kembali ke Jakarta, 1948 Ketika ia menjadi siswa SMA Budi Utomo, ia mulai menulis sajak, cerpen, dan esei Karyanya sering dimuat majalah Siasat, Mimbar Indonesia, Kisah, Roman dan Star Weekly Ia pun merintis karier di NU, masuk Ikatan Pelajar NU IPNU Ketika kuliah di Fakultas Hukum UI, ia pernah jadi pengurus Himpunan Mahasiswa Islam HMI Tetapi kemudian pindah, dan jadi Ketua II GP Ansor, dan Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII , 1960 Kuliahnya terhenti hanya sampai tingkat II.Kegiatannya dalam organisasi mengantarkan Mahbub ke jabatan pemimpin harian Duta Masyarakat 1958 , dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia PWI pada 1965, kemudian Ketua Dewan Kehormatan PWI, sejak 1979 Terakhir, di samping sebagai Wakil Ketua PB NU, ia juga duduk di DPP PPP.Sebagai kolumnis, tulisannya kerap dimuat harian Kompas, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Pelita, dan TEMPO Kritik sosial yang tajam tanpa kehilangan humor adalah ciri khas tulisan Mahbub Akibat tulisannya, ia pernah ditahan setahun, 1978 Dasar penulis, selama dalam tahanan, ia menerjemahkan Road to Ramadhan, karya Heikal, dan menulis novel Maka Lakulah Sebuah Hotel Sebelumnya, novel rekaman masa kecilnya di Solo, Dari Hari ke Hari, diterbitkan Pustaka Jaya, 1975 Mahbub, yang jika sedang berpikir sering mengusap usap rambut, mengagumi pengarang Rusia Anton Chekov dan Nikolai Gogol Di Indonesia yang dikaguminya, Buya Hamka dan Pramudya Ananta Toer Mahbub pernah mengungkapkan kekesalannya karena dua kali tulisannya perihal Pramoedya ditolak media Orang yang seperti Pramoedya cuma satu dimusuhi terus menerus Padahal secara bahasa Pram mendidik kita, katanya Sebaliknya, Pram pun mengagumi Mahbub Pada peluncuran buku Sketsa Kehidupan dan Surat surat Pribadi Sang Pendekar Pena Mahbub Djunaidi tahun 1996, Pram mengatakan, di kala ia diserang dari segala penjuru, hanya Mahbub yang membela Meski sering berkunjung ke luar negeri, pengalaman yang menarik baginya, bergaul dengan Bung Karno, presiden pertama RI, kata ayah tujuh anak, yang sudah dua kali naik haji ini Baginya tanpa Soekarno, Indonesia tak mungkin bersatu di era Revolusi 1945.Mahbub mengembuskan nafas terakhirnya pada 1 Oktober 1995.Sumber Pusat Data dan Analisis Tempo Majalah Historia Online


    696 Comments

    1. Cerita jaman perang kemerdekaan dari sudut pandang seorang anak kecil berusia 12 tahun (saat awal cerita thn 1946) hingga 15 tahun (saat akhir cerita 1949).Ia, bersama ibu dan adik-adiknya, terpaksa mengikuti Ayahnya, pegawai negeri, yang harus pindah ke Solo saat ibukota negara RI dipindahkan ke Yogyakarta.Seperti judulnya "Dari Hari ke Hari", cerita ini 'hanya' menceritakan kehidupan si bocah, pembicaraan orang di sekitarnya, suasana lingkungan sekitar, dengan gaya ceriwisnya. Disamping itu di [...]


    2. Tak sengaja bertemu buku ini saat menunggu keberangkatan ke Bandung disalah satu travel biro yang melayani perjalanan Jakarta- Bandung. Dijual dilapak yang digelar penjual buku kakilima disebelah kantor travel tersebut. Bersetting pada awal kemerdekaan didaerah Solo dengan point of view seorang anak kecil. Awalnya saya menyangka buku ini akan banyak berisi humor seperti buku Mahbub yang saya baca sebelumnya, ternyata tidak. Buku ini disebut-sebut sebagai salah satu novel penting dalam kesusastra [...]



    3. Novelet pada dasarnya dapat tuntas dibaca dalam sekali duduk. Namun, mahakarya Mahbub Djunaidi ini membikin saya tergopoh-gopoh, acap terantuk oleh gaya penulisannya yang segar, kocak, dan luar biasa sederhana. Sangat, sangat brilian. Mahbub begitu enteng dalam memainkan metafora, analogi, simile, atau apa pun itu dari sudut pandang tokoh Aku, seorang anak yang terkatung-katung ketika republik masih jabang bayi.Simak cara dia mengawali novel:Sore yang jatuh membuat kereta api, si Jerman tua bang [...]


    4. Gaya nulis Mahbub lincah sekali. Macam prosa-prosa Amerika, terlihat main-main, renyah, namun sastrawi. Di Indonesia yang menulis sekeren ini baru Mahbub dan Budi Darma.


    5. saya sudah lama mencari buku ini sampai saat ini belum dapat juga. perburuan saya terhadap buku ini karena kreatif sang tokoh, sehingga saya seperti menelusuri hutan kota yang bercakar besi berbadan beton. hanya tiga yang saya dapat, kolom demi kolom, dikaki langit gurun sinai dan sang pendekar pena itupun dpat dari rumah yang terletak dirak-rak buku pecinta karya sastra, dibeli sudah pasti tidak boleh akhirnya foto copy sedikit tidak masalah. perburuan saya tidak seluas mencari binatang di huta [...]


    6. Saya selalu suka tokoh anak-anak dalam novel dewasa. dan si Pencerita dalam buku ini adalah seorang anak yang bahkan belum lulus sekolah dasar. menyenangkan membaca sejarah dari sudut pandang anak kecil. ketakutannya, ketidakpahamannya akan keadaan. kekhawatirannya yg remeh-temen semisal soal peliharannya ketika ia akan pulang mengungsih. semuanya dikatakan sesuai dengan usia anak-anak.yang membuat tidak nyaman membaca buku ini adalah, halaman-halaman depan yang susunanya kacau. juga beberapa ty [...]


    7. Sewaktu tadi ada yang share tentang buku ini langsung ngerasa gak asing lagi, setelah di inget-inget saya kenal buku ini bahkan pernah baca sewaktu SMP kelas 1 di perpustakaan sekolah. Walau sejujurnya saya sudah lupa jalan ceritanya keseluruhannya bagaimana, tapi saya ingat bahwa buku ini adalah buku yang bagus untuk di baca. Dan sudah pasti buku ini ada hubungannya dengan sejarah. Barangkali ini adalah buku pertama yang saya baca dan mengisi kolom kartu perpustakaan saya kala itu :D


    8. Sebuah novel yang merekam periode awal kemerdekaan Indonesia di sekitar kota Solo, yang menjadi salah satu pusat pengungsian. Novel ini mengambil sudut pandang bocah kecil, Mahbub, dan -mungkin- bersifat biografis.Seperti karya-karya Mahbub lainnya, novel ini penuh metafora-metafora mengejutkan, namun tak memuat banyak unsur humor seperti seperti di esai-esai Mahbub pada umumnya.Secara estetik dan tematik, ini merupakan salah satu novel penting dalm sejarah kesusatraan Indonesia.


    9. sudut pandang penceritaannya menarik. bahkan entah bagimana sampai buat saya bisa merasakan karakter (dan perang batin) tokoh2 lain walau hanya diceritakan dari 'diam' yang terlihat di mata anak kecil. kagum.



    Leave a Reply