O

O

Eka Kurniawan / Dec 10, 2019

O Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut

  • Title: O
  • Author: Eka Kurniawan
  • ISBN: 9786020325590
  • Page: 118
  • Format: Paperback
  • Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut.

    O Summary for Realty Income Corporation Yahoo Finance View the basic O stock chart on Yahoo Finance Change the date range, chart type and compare Realty Income Corporation against other companies. O NET OnLine O NET OnLine has detailed descriptions of the world of work for use by job seekers, workforce development and HR professionals, students, researchers, and Omarion O YouTube Oct , Music video by Omarion performing O C SONY BMG MUSIC ENTERTAINMENT. O definition of O by The Free Dictionary O interj Used before the name of or a pronoun referring to a person or thing being formally addressed How can I put it to you, O you who prepare to travel with O I Home As the world s leading glass packaging maker, we create beautiful, recyclable glass containers for many of the best loved brands Here s a snapshot of the global influence. Gummibr CHO KA KA O French music video YouTube Mar , Gummibr, a funny and lovable cartoon character, is a green animated gummy bear with a multitude of talents Whether he is singing, break dancing, or playing his tuba, both children and adults

    • [PDF] ✓ Free Download Ë O : by Eka Kurniawan ↠
      118 Eka Kurniawan
    • thumbnail Title: [PDF] ✓ Free Download Ë O : by Eka Kurniawan ↠
      Posted by:Eka Kurniawan
      Published :2018-010-20T19:15:14+00:00

    About "Eka Kurniawan"

      • Eka Kurniawan

        Eka Kurniawan was born in Tasikmalaya in 1975 and completed his studies in the Faculty of Philosophy at Gadjah Mada University He has been described as the brightest meteorite in Indonesia s new literary firmament, the author of two remarkable novels which have brought comparisons to Salman Rushdie, Gabriel Garc a M rquez and Mark Twain the English translations of these novels were both published in 2015 Man Tiger by Verso Books, and Beauty is a Wound by New Directions in North America and Text Publishing in Australia Kurniawan has also written movie scripts, a graphic novel, essays on literature and two collections of short stories He currently resides in Jakarta.Eka Kurniawan, seorang penulis sekaligus desainer grafis Menyelesaikan studi dari Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Karyanya yang sudah terbit adalah empat novel Cantik itu Luka 2002 , Lelaki Harimau 2004 , Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas 2014 , dan O 2016 empat kumpulan cerita pendek Corat coret di Toilet 2000 , Gelak Sedih 2005 , Cinta Tak Ada Mati 2005 , dan Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi 2015 serta satu karya non fiksi Pramoedya Ananta Toer dan Sastra Realisme Sosialis 1999.


    590 Comments

    1. Akhirnya bisa menamatkan buku O yang sejak dipublish akan terbit menjadi perbincangan di sosial media, di berbagai kelompok pecinta sastra. Eka Kurniawan memang sedang nge'hits' tahun ini. Dan saya termasuk menyukainya. Apalagi kalau dikasih gretongan kayak buku O ini. Seperti dalam sinopsis bukunya, bahwa ini berkisah tentang monyet betina O yang jatuh cinta dan ingin mengawini seorang kaisar dangdut bernama Entang Kosasih. Dikisahkan monyet O dan Entang Kosasih adalah sepasang monyet di Rawa K [...]


    2. this semi-fabel, through the life and death from the point of view of several animals (there are monkeys, birds, dogs, rats, and even pigs) offers one fundamental question: what does it mean to be a human being? it is not just a philosophical novel, it is an adventure and also a love story. it has 470 pages, finished reading it in three days and half, because it is indeed a page turner. another great work by eka kurniawan, i should say. happy thursday, folks!



    3. O bercerita tentang seekor monyet bernama O yang yakin bahwa sang Kaisar Dangdut adalah pacarnya, Entang Kosasih, sesama monyet yang telah berhasil menjadi manusia. Demi kembali bersatu dengan pacarnya, O rela hidup sebagai topeng monyet yang merupakan salah satu jalan bagi kaum monyet untuk menjadi manusia. This book is just wonderful.Cara berceritanya adalah poin yang paling menonjol dari buku ini. Eka Kurniawan menggunakan cara bercerita non-linear yang berpindah dari satu karakter ke karakte [...]


    4. Another bikin-sumpah-serapah novel from Eka Kurniawan. Di 'Seperti Dendam", Eka Kurniawan berhasil 'bermain-main' dengan stensil, nah, di O ini, doi memasukkan elemen fabel. Iya, hewan yang bisa berbicara! Liar dalam arti yang sesungguhnya. Eits, tapi tunggu dulu, tidak cuma hewan yang bisa berbicara, tapi benda mati seperti pistol revolver pun bisa berbicara!.Masih dengan plot yang acak-adul-suka-suka-terserah-eka-kurniawan tapi masih amat sangat enak untuk diikuti. Satu lagi yang unik di buku [...]


    5. Ini buku Eka keempat yang saya baca. Dulu sewaktu awal awal buku ini terbit, saya dibikin penasaran dengan judul dan covernya. Kenapa monyet? Kenapa O? Tapi berhubung harganya mahal dan bukan prioritas, jadi hanya masuk wishlist, belum jadi dibeli sampai beberapa hari lalu saya mendapatkan novel ini secara gratis. Terima kasih untuk SCOOP, Gramedia dan Gramedia Pustaka Utama \o/Novel O bercerita tentang kehidupan para binatang di belantara Jakarta. Tersebutlah O, monyet betina yang menghabiskan [...]


    6. Akhirnya selesai jugakup lama membaca buku ini, bukan karena ga bagus. Tapi rasanya kok sayang untuk segera menamatkannya.Buku ini bukan bacaan sekali duduk. Buku ini berasa fabel yang bacanya harus mikir, ini yang dimaksud EK siapa ya itu kok begitu ya Pikiran saya ga bisa berhenti menduga, menebak, menganalisis saar membaca.Belum lagi diksinya yang tajam, dan banyak menggunakan gaya bahasa hiperbola. Quoteable-lah pokoknya.Alur yg maju mundur dan melompat-lompat membuat saya harus awas di seti [...]


    7. Saya menyukai novel ini, tapi saya punya harapan lebih pada seorang Eka Kurniawan.Mencontek komentarnya Mang Eka buat novel 1Q84-nya Murakami, saya menganggap novel alusi dari Animal Farm-nya Orwell (yg sama-sama bikin 1984) ini bisa dibilang: "Seperti mie rebus yang kelewat lama dimasak. Percintaan yang kelewat lama, keburu lelah sebelum orgasme."Ini nasihat bagi saya: sehebat apa pun kau menulis, jangan mengalusikan karya Orwell. hehe




    8. Penulisan Eka Kurniawan tak dapat nak pertikaikan betapa hebatnya. Dari Cantik itu Luka, kepada Lelaki Harimau sampai ke O novel2nya tak pernah mengecewakan. Seperti yang tertulis di bahagian blurb, O sebuah novel berkisahkan tentang seekor monyet bercita-cita menikah dengan Kaisar Dangdut. Tema tentang reincarnation berputar-putar dalam novel ini. Gaya plot yang melompat-lompat menambahkan lagi betapa membaca buku yang setebal 470 halaman bukanlah perkara yang membosankan. Bacalah sendiri, seca [...]


    9. I Like the idea of telling every character from its point of view, and yes so many characters in this novel, but that's fine, for me. Cause these charachters are connected, and somehow that makes me think when meet strangers, someone we pass on the road, someone that sit next to us while waiting in a bus-stop, people have stories, and these stories cross one another.This novel is life, I mean real life is pictured here, except that animal could turn into human, maybe yes may be not. I now it's j [...]


    10. Gue bukan tipe pembaca romantis, lebih realistis. Ga gitu suka mikir juga. Hahaha.Jadi, ketika gue baca buku O yang sekaligus jadi perkenalan pertama gue dengan karya Eka Kurniawan, gue murni menikmatinya sebagai kumpulan kisah kehidupan bermacam-macam makhluk yang mungkin aja terjadi di dunia ini, nggak pake mikir susah-susah nyari makna tersirat whatsoever yang coba disampaikan penulis. Tapi gue ulang ya: Gue menikmati.Bener kata Eka Kurniawan kalau buku ini semacam kisah 1001 Malam, yang ceri [...]


    11. "Bukan cinta yang membuat kita buta, tapi keyakinan." – OPenulis, sebagaimana juga pekerja kreatif lainnya, tidak hanya dituntut untuk melahirkan karya-karya bagus yang menghibur pembaca, namun juga dituntut menghadirkan karya-karya yang selalu menghadirkan karya yang berbeda dari karya sebelumnya. Penulis harus berani melakukan eksplorasi gaya kepenulisannya, teknik penceritaan dan lainnya demi menyuguhkan karya menarik yang berbeda dari sebelumnya. Adalah suatu kemandegan dalam proses kreati [...]


    12. ada terlalu banyak subcerita yang mendistraksi dalam novel ini. dari yang masih bisa disambung-sambungin sampai yang nggak nyambung seperti kisah si kiai buta atau nasib si Betalumur setelah putus kontak dengan O. seperti ada setidaknya satu cerpen dan satu novelet yang bisa dicabut dari novel ini untuk membuatnya lebih terpadu, koheren, rapi. kalau mau disambungkan dengan kontrasnya fenomena binatang mau jadi manusia dengan fenomena manusia mau jadi binatang, rasanya lebih tepat judul novel ini [...]


    13. Salah satu hal yang menakjubkan dari Eka adalah kemampuannya membuat dan mengendalikan banyak karakter, dan karakter tersebut punya motif, dan motif antarkarakter dapat saling berkait. Memandang karya-karya Eka, seperti melihat hasil seni kirigami dimensi 3, kita akan mengerti kalau melihat polanya, rumit dan indah.Mendoakan karya ini laris agar membuka cakrawala baru ke pembaca, oh, ternyata cara bercerita ga selalu yang begitu-begitu saja. Jadinya Eka akan membuka jalan bagi banyak penulis mud [...]


    14. O, entang kosasih, rini juwita, betalumur, marko, sobar, dara, banyak tokoh yg diceritakan disini, manusia dan binatang.Penghubungnya: O dan Entang Kosasih, monyet! Selain monyet, ada juga anjing: kirik, leo, wulandari. Selain itu: ada babi, burung beo, tikus, ular sanca. Semua binatang dan tokoh ada ceritanya masing-masing. Jalan ceritanya maju mundur, berpindah-pindah dari satu tokoh ke tokoh lain. Tapi masih mudah diikuti ko, jalan cerita mengalir dan enak dibaca.Takjub :)


    15. Saya setuju dengan Mas Eka mengutip Animal Farm di menjelang penghujung novel. Manusia sulit dibedakan dari binatang. Novel yang super padet dengan kisah2 tokohnya, yang semuanya menarik. Tapi masih lebih bagus Lelaki Harimau.


    16. Tidak seperti bukunya yang hanya terdiri satu huruf, O, ceritanya justru terdiri dari puluhan karakter yang nasibnya saling beririsan. Dari kaleng sarden, anjing, monyet hingga manusia. Bukan karya terbaik Eka tapi karyanya yang paling enak. Dah itu aja, saya mau dangdutan.


    17. Buku pertama Eka Kurniawan yang saya baca. Mungkin nanti saya akan mencoba mencari buku karya Eka lainnya.


    18. Another brilliant entry in Kurniawan's already amazing repertoire. A philosophical tragicomedy romance with a tinge of the supernatural.


    19. macam hidangan sepinggan penuh, aku suka buku ni. dia penuh dengan perasaan. sedih, gembira, kecewa dan aku boleh gelak gila gila bila baca buku ni. sangat sedap.


    20. Sebenarnya saya lebih suka gaya penulisan Eka seperti pada "Cantik Itu Luka" dan "Lelaki Harimau" di mana penceritaannya menggunakan paragraf dan narasi panjang dengan sesekali dimunculkan dialog atau semacam punch-line sebagai penegasan atau kesimpulan dari rangkaian adegan yang telah dirangkai sebelumnya melalui kalimat-kalimat panjang. Gaya penulisan seperti itu membuat saya lebih terpaku dan konsentrasi pada cerita yang sedang dibangun. Tapi, sepertinya, dengan cara penulisan seperti itu, ba [...]


    21. Jadi dulu kau kenal dengan seekor monyet bernama Entang Kosasih? Kalian saling mencintai satu sama lain? Lalu Entang Kosasih pergi, berubah menjadi manusia dan berjanji akan menunggumu? Dan untuk menemuinya, untuk merajut kembali kisah cinta kalian, kau harus menjelma menjadi manusia juga, sebab tanpa itu Entang Kosasih tak akan mengenalimu?Urusan cinta memang super duper rumit! Namanya logika bisa mundur sekian langkah, urusan hati maju jalan dengan semangat tinggi. Bahkan seekor monyet betina [...]


    22. Sampul : 5/5Pembuka : 3/5Cerita : 5/5Bahasa : 5/5Penutup : 3/5Total : 4/5Catatan:Well, cuma mau bilang ini buku bagus!


    23. Standing O buat Mas Eka. Mas Eka penulis yang berani. Selama baca O, pikiran ini selalu terlintas di kepala. Berani membuat banyak cerita lengkap dalam satu novel. Dan kesemuanya memuaskan. Tanpa terasa janggal atau memaksakan. Berani menambah karakter baru di tengah cerita dengan perkenalan belakangan. Dan ya, setiap karakternya memiliki cerita yang lengkap. Loncatan sudut pandang juga membuat novel ini jadi tidak membosankan. Dari binatang, manusia sampai benda mati semuanya dijajal. Dan mood [...]


    24. O menyimpan begitu banyak kedalaman. Bukan hanya karena begitu banyak hal dan tokoh disajikan, namun juga karena tokoh-tokoh tersebut membawa realitasnya masing-masing. Penderitaan, pengorbanan, cinta, kehinaan, permainan, materi, bahkan hingga kebinatangan. Eka menyindir begitu banyak kemanusiaan yang patut dipertanyakan. Manusia yang kerap disebut berbalut kesempurnaan seringkali bertolak belakang dengan segala rupa sebutan itu. Sebagian kita akui, sebagian lainnya kita anggap kewajaran. Tanpa [...]


    25. Kisah bersumbu pada dua monyet kasmaran: O dan Entang Kosasih. O merasa rencana keduanya untuk menikah terancam berantakan karena Entang Kosasih mulai beralih fokus untuk menjadi manusia. Dari kisah cinta keduanyalah kemudian binatang-binatang lain bermunculan; Kirik, Manikmaya, Todak Merah, Siti, Tukimin dst. Demikian pula manusia-manusia; sebut saja: Betalumur, Mimi Jamilah, Rudi Gudel, Jarwo Edan, Sobar, Dara, Toni Bagong, Kaisar Dangdut, Mama Inang dst satu per satu datang. Tokoh-tokoh terse [...]


    26. Buku ini sungguh sangat diluar ekspetasi saya ketika melihat covernya. Cerita yang diangkat sungguh bukan hanya dari berbagai sudut pandang manusia, akan tetapi sudut pandang hewan. Begitu pula tokoh utama yang ternyata seekor monyet. Buku ini menceritakan hingar bingar kehidupan perkotaan dari berbagai sisi kehidupan. Tentunya selalu ada unsur cinta di dalamnya. Namun cinta disini tidak seperti cinta remaja pada umumnya. Sungguh sangat penuh kejutan pada ceritanya. Dimana manusia dan hewan akan [...]


    27. - buat saya kisah O mirip animal farm, hanya saja di O, benda mati pun punya pikiran (eka emang keblinger).- terlalu banyak waktu yang menggelantung sampai bikin saya pusing. mirip deh sama sikap monyet yang juga suka bergelantungan di atas pohon. terutama saat O monyet tetiba berubah menjadi O manusia, wah udah mulai mikir nih saya , 'hah, kok isok? jangan-jangan ini O yang lain? tapi kok dapet jatah cerita juga di novel ini?'- Hampir semua binatang yang hadir sangat bijak dan pintar ngasih pet [...]


    Leave a Reply