Cerita dari Digul

Cerita dari Digul

Pramoedya Ananta Toer / Jul 21, 2019

Cerita dari Digul Cerita dari Digul merupakan kumpulan tulisan karya para eka Digulis Mereka pernah dibuang sebagai tahanan politik semasa pemerintahan kolonial hindia belanda Berbagai cerita itu yang sungguh sungguh

  • Title: Cerita dari Digul
  • Author: Pramoedya Ananta Toer
  • ISBN: 9789799023490
  • Page: 292
  • Format: Paperback
  • Cerita dari Digul merupakan kumpulan tulisan karya para eka Digulis Mereka pernah dibuang sebagai tahanan politik semasa pemerintahan kolonial hindia belanda Berbagai cerita itu, yang sungguh sungguh terjadi, mengisahkan suka duka mereka dalam mempertahankan hidup di tanah buangan Digul, Papua Barat Getir dan mengharukan.

    • Free Download [Spirituality Book] ↠ Cerita dari Digul - by Pramoedya Ananta Toer ✓
      292 Pramoedya Ananta Toer
    • thumbnail Title: Free Download [Spirituality Book] ↠ Cerita dari Digul - by Pramoedya Ananta Toer ✓
      Posted by:Pramoedya Ananta Toer
      Published :2018-09-14T18:58:10+00:00

    About "Pramoedya Ananta Toer"

      • Pramoedya Ananta Toer

        Pramoedya Ananta Toer was an Indonesian author of novels, short stories, essays, polemics, and histories of his homeland and its people A well regarded writer in the West, Pramoedya s outspoken and often politically charged writings faced censorship in his native land during the pre reformation era For opposing the policies of both founding president Sukarno, as well as those of its successor, the New Order regime of Suharto, he faced extrajudicial punishment During the many years in which he suffered imprisonment and house arrest, he became a cause c l bre for advocates of freedom of expression and human rights.Bibliography Kranji Bekasi Jatuh 1947 Perburuan The Fugitive 1950 Keluarga Gerilya 1950 Bukan Pasarmalam 1951 Cerita dari Blora 1952 Gulat di Jakarta 1953 Korupsi Corruption 1954 Midah Si Manis Bergigi Emas 1954 Cerita Calon Arang The King, the Witch, and the Priest 1957 Hoakiau di Indonesia 1960 Panggil Aku Kartini Saja I II 1962 The Buru Quartet o Bumi Manusia This Earth of Mankind 1980 o Anak Semua Bangsa Child of All Nations 1980 o Jejak Langkah Footsteps 1985 o Rumah Kaca House of Glass 1988 Gadis Pantai The Girl from the Coast 1982 Nyanyi Sunyi Seorang Bisu A Mute s Soliloquy 1995 Arus Balik 1995 Arok Dedes 1999 Mangir 1999 Larasati 2000


    615 Comments

    1. CERITA DARI DIGULPenyunting : Pramoedya Ananta ToerPenerbit : Kepustakaan popular GramediaCetakan : Cetakan Pertama, 2001Tebal : 314 HalamanNovel Cerita dari Digul merupakan kumpulan dari lima karya tulis dari para Eks-Digulis. Kelima karya tulis tersebut adalah ;1. “ Rustam Digulist “ karya D.E Manu Turoe2. “ Darah dan Air Mata di Boven Digul “ karya Oen Bo Tik3. “ Pandu Anak Buangan “ karya Abdoe’l Xarim M.s4. “ Antara Hidup dan Mati atau Buron dari Boven Digul “ karya Wiran [...]


    2. Buku ini berhasil menjawab dua kerinduan saya. Pertama, kerinduan akan penggunaan tata bahasa Melayu yang menggugah semangat untuk terus membacanya dengan seksama, takut terlewat satu kata pun yang mungkin dapat mengganggu makna sebenarnya.Kedua, interaksi Digulis yang kabur dengan penduduk Kayakaya, berhasil membangkitkan kerinduan saya akan tanah Papua. Bernostalgia saya akan kehidupan disana yang teramat sederhana namun penuh tantangan dan cerita.Saya terbawa ke dalam petualangan kemanusiaan, [...]




    3. Jika saya boleh gambarkan novel ini dalam satu kalimat: Sungguh di luar ekspektasi!Memang pada awalnya saya butuh menyesuaikan diri dengan campuran bahasa melayu dan beberapa istilah belanda yang kerap kali digunakan dalam cerita-cerita yang disajikan. Namun tanpa terasa mengalir begitu saja setelah terbiasa.Kalau boleh jujur, semua cerita yang ada di buku ini menurut saya bagus. Tapi yang jadi favorit saya adalah cerita yang kurang lebih judulnya "hidup atau mati di boven digul". The storyline [...]


    4. Buku ini memberikan gambaran yang real akan kehidupan para komunis yang diasingkan di Digul. Hanya saja yang membuat saya malas memberikan rating lebih adalah sikap dan pandangan kepada orang kayakaya. Seolah kita orang jawa/sumatera/selain orang papua itu orang-orang "sopan"/beeradab


    5. buku ini berisi kumpulan cerita mereka2 yang dibuang di digul, pengalaman baru bagi saya membaca sastra dengan bahasa melayu seperti dibuku ini. karya pertama pramoedya yang saya baca sampe tuntas, kayanya bikin penasaran sama karya beliau yang lain :)


    6. Buku ini mengingatkan kita bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia telah menempuh perjalanan yang panjang. Dalam perjalanan tersebut, sebagian dari anak bangsa yang mengalami nasib yang tidak menyenangkan: dipenjara oleh pemerintah kolonial, diasingkan ke daerah yang jauh (Pedalaman Digul) dari asal, dan dicabut hak-haknya untuk menikmati kehidupan normal. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang ikut dalam pergerakan melalui organisasi atau sekedar mengikuinya, namun pastinya disatukan oleh [...]


    7. sebagai produk pendidikan jaman "P4", maka sebelum ini pengetahuan tentang tanamerah Digul bisa dibilang minim sekali. buku ini bisa dibilang lubang mengintip tentang tempat pembuangan para komune pasca pemberontakan PKI tahun 1926. ada 5 cerita yang dikumpulkan di sini, meski demikian 3 diantaranya lebih berfokus pada perjuangan para digulist melarikan diri dari kamp penampungan. sayang pula satu cerita ini, yang kisahnya menurutku paling bertema petualangan, Minggat dari Digul malah tidak sele [...]


    8. Jujur aja sebenernya dari buku ini gue justru belajar tentang survival. Pelajaran lain yang ada di buku ini meliputi pengetahuan tata Bahasa Indonesia ejaan lama, yang dulu waktu SMA masih belum bisa gue ngerti tapi sekarang (lumayan) udah. Oh, sama tatanan sosial tahanan politik di tempat pengasingan. Yha.Terus tadinya gue pikir Bahasa Melayu/Indonesia itu udah aja gitu gampang kalo mau dijadiin bahasa nasional. Ternyata susah juga, soalnya bahasa ibu generasi pendiri negeri sebenernya masih ba [...]


    9. Merasa amat bersyukur Pramoedya menyunting kisah-kisah yang ada di buku ini sehingga saat ini kita masih dapat membacanya, di sudut-sudut tempat favorit kita untuk membaca. Penggunaan bahasa Melayu yang kental di dalamnya juga memberikan kesegaran bagi saya pribadi setelah sekian lama terlalu sering membaca buku-buku teks hukum dengan bahasa Indonesia yang kaku. Kisah-kisah di dalamnya mendekatkan kita pada dunia Papua yang terasa jauh dan asing, sekaligus membawa kita pada pengalaman menegangka [...]


    10. cerita dari digul kumpulan tulisan karya para eks-digulisyang pernah dibuang sebagai tahanan politik semasa pemerintahan kolonialngisahkan kisah suka-duka dalam mempertahankan hidup di tanah buangan digul.ngguh terlalu bila dilewatkan buku ini :)terimakasih yg sdh meminjamkankumpulan ceritatentang digul ini hanya menampilkan 5 karya 1. rustam digulis2. darah dan air mata di boven digul3. pandu anak buangan4. antara hidup dan mati atau buron dari boven digul5. minggat dari digul


    11. kisah-kisah perjuangan dari pulau buru, salah satu kumpulan cerpen terbaik dari Pram yang mengungkapkan cerita anak manusia melawan keputusasaan dan penderitaan. bahwa hidup sesungguhnya layak untuk diperjuangkan Pram selalu mampu membuat pembacanya merasakan betapa kerasnya hidup dengan orang-orang buangan, memakan buah merah, pahitnya kina serta bergelut dengan orang kaya-kaya. Pram adalah satu yang terbaik dari segi historis bahkan untuk ukuran beberapa generasi mendatang


    12. Buku fiksi "serius" pertama yang saya baca, pas masih SMP tahun 2003 di kelas Bahasa Indonesia. Dulu saat baca ini rasanya terlempar dari ruang kelas sejauh ribuan km ke tengah belantara Papua Barat, bertahan hidup dari ancaman malaria dan binatang buas lainnya Terimakasih Pak Ucok telah membuat buku menjadi sahabat buat saya.


    13. Cerita-cerita sastra yang dikumpulkan Pram ini menambah warisan sejarah sastra Indonesia. Melalui penjara-penjara di Digul -tanah merah, neraka para pemberontak- kita bisa melihat berbagai macam kisah hidup manusia Indonesia.



    14. ** Books 285 - 2015 ** 3 dari 5 bintang! entah kenapa saya lebih menikmati cerita dari Blora yang juga kumpulan cerpen dibandingkan karya yang satu ini.


    15. A struggle always come with a sacrifice. A story of exilement which could break down a man or even make them stronger.


    16. Buku yang menarik untuk dibaca, menggunakan tata bahasa melayu, yang dicampur dengan bahasa belanda pada masa itu



    Leave a Reply