Seribu Kunang-kunang di Manhattan

Seribu Kunang-kunang di Manhattan

Umar Kayam / Sep 16, 2019

Seribu Kunang kunang di Manhattan INILAH New York dan Umar Kyam bercerita dari dalamnya New York adalah satu raksasa pemakan manusia Raksasa ini entah karena kena penyakit apa tidak pernah merasa kenyang biar dia sudah makan berapa

  • Title: Seribu Kunang-kunang di Manhattan
  • Author: Umar Kayam
  • ISBN: null
  • Page: 206
  • Format: Paperback
  • INILAH New York, dan Umar Kyam bercerita dari dalamnya New York adalah satu raksasa pemakan manusia Raksasa ini entah karena kena penyakit apa, tidak pernah merasa kenyang biar dia sudah makan berapa ribu manusia Karena itu mulutnya terus saja menganga tidak sempat menutup Segala manusia, putih hitam, kuning, coklat, besar, kecil, ditelannya tanpa pilih pilih lagi UmINILAH New York, dan Umar Kyam bercerita dari dalamnya New York adalah satu raksasa pemakan manusia Raksasa ini entah karena kena penyakit apa, tidak pernah merasa kenyang biar dia sudah makan berapa ribu manusia Karena itu mulutnya terus saja menganga tidak sempat menutup Segala manusia, putih hitam, kuning, coklat, besar, kecil, ditelannya tanpa pilih pilih lagi Umar Kayan mengutip perubahan itu dalam cerita Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa, cerita kedua dan yang terpanjang dalam kumpulan ini Secara tipikal, dia tidak menyatakan adakah dia setuju atau tidak dengan karikatur tentang New York tersebut Namun 6 buah cerita pendek yang ditulisnya selama ia hidup di kota itu semuanya dengan latar Manhatan sebuah belantara , katanya menampilkan kota jutaan itu sebagai dunia yang menarik, tapi murung Aku melihat ke luar jendela Ribuan pencakar langit kelihatan seperti gunduk gunduk bukit yang hitam, kaku dan garang Begitulah, New York sebuah paradoks Jutaan manusia hidup di dalamnya, tapi ia nampaknya lengang Di apartemennya sang isteri Indonesia kesepian, juga seorang wanita ganjil yang memasang namanya sebagai Madame Schlitz seorang wanita entah dari mana, tinggal hanya bersama seekor anjing yang dilatihnya menyanyi, sembari ia sendiri belajar yoga dan kepada tamunya menceritakan biografinya yang mungkin tidak betul untuk kemudian menghilang tanpa bekas.Atau Jane dan Marno Si wanita berpisah dari suaminya dan si pria berpisah dari isteri dan tanah airnya Mereka berpacaran Kemudian rutin dan bosan Si wanita mengulang ulang cerita yang lapuk untuk mengisi kehampaan bicara, tapi si pria terkenang akan hal lain isterinya, bunyi cengkerik dan ratusan kunang kunang yang suka bertabur malam malam di sawah embahnya di desa Keduanya berpisah Dan lihatlah si Sybil gadis 15 tahun yang tersia sia ibunya yang miskin lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur bersama majikannya , tiba tiba saja menemukan semacam penglepasan diri dalam suatu tindakan tanpa rencana, ia membunuh si Susan, 6 tahun, yang seharusnya dijaganya.Lebih merasa tersiksa lagi kakek Charlie Si kakek menjalani hari hari tuanya di Central Park, main karousel setiap hari seperti anak anak membayangkan dan sebagai tokoh legendaris ketua suku Indian Chief Sitting Bull, untuk kemudian menemui pacarnya , nenek Martha, dengan siapa ia menaburkan makanan untuk burung burung seraya mengeluarkan perlakuan buruk anak dan menantu mereka masing masing Chief Sittilg Bull bisa merupakan ilustrasi yang baik buat studi Simone de Bouvoire tentang nasib orang orang lanjut usia di masyarakat industri oknum yang tak lagi berguna, seperti sepah, yang mencari harga dirinya dalam hal hal yang kacau oleh ketinggalan zaman

    Seribu Kunang kunang di Manhattan by Umar Kayam Selesai baca Seribu Kunang kunang di Manhattan, kumpulan cerpen Umar Kayam Satu hal yang saya tangkap dari cerpen cerpennya Umar Kayam, dialognya kurang ajar banget efektif, nyeleneh, slengean, mengalir, kuat, dan menggerakkan plot. Seribu Kunang Kunang Situs Resmi NU Jawa Tengah Seribu Kunang Kunang Seribu Kunang Kunang Share on Facebook Tweet on Twitter Foto flickr Oleh Alhilyatuz Zakiyah Fillaily Cerpenis Muda NU asal Pati Jawa Tengah Pepali Ki Ageng, Selo amberkahi Ojo gawe angkuh, ojo Seribu Kunang kunang di Manhattan Umar Kayam Akubaca Oct , Ini edisi perdana akubacabersama Kami senang sekali memulainya dari buku Seribu Kunang kunang di Manhattan. Seribu Kunang Kunang di Manhattan Hard Cover Judul Seribu Kunang Kunang di Manhattan memberi dan mengundang harapan akan sesuatu yang romantis Namun buku ini sama sekali tidak romantis bagi mereka yang mengharapkan karya sendu dan bergelimang cinta. CERITA ANAK NEGERI SERIBU KUNANG KUNANG Mar , Nyawa kunang kunang itu hanya tinggal menunggu hitungan menit bukan jam Ibnu dengan cekatan menyambar kunang kunang yang bertengger diatas bunga bougenville lalu memasukannya ke dalam kantong plastik Sepertinya misinya telah berakhir karena itu kunang kunang ke tujuh yang ditangkapnya Ibnu begitu puas membawa pulang kunang kunang sebanyak itu. Luqman Sastra.Com Cerpen Umar Kayam SERIBU KUNANG Cerpen Umar Kayam SERIBU KUNANG KUNANG DI MANHATTAN Jul , Mereka duduk bermalas malasan di sofa Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini Mereka sama sama memandang ke luar jendela. Better Resensi Seribu Kunang kunang di Manhattan Mar , Inilah salah satu karya sastra dari Umar Kayam, pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, pada April Beliau meraih gelar doktor dari Cornell University, Amerika Serikat, kemudian mengajar sebagai guru besar di Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada sampai tahun . Umar Kayam Quotes Seribu Kunang kunang di Manhattan Umar Kayam Quotes Seribu Kunang kunang di Manhattan Seorang komunis yang baik adalah seorang yang tahu juga menghormati kawannya yang mau gugur UmarKayam Seribu Kunang kunang di Manhattan Kalau kau ada dedikasi, ada keyakinan, dan kesetiaan kepada ideologi, capek fisik yang sesekali datang hanya sebentar saja menguasai kita. Kunang Kunang Kecil Nov , saya beri nama RUMAH KUNANG KUNANG Sambil mbayangin sebuah rumah yang dikelilingi seribu kunang kunang Subhanallah Insya Allah blog ini akan lebih apik daripada blog lama saya, karena saya mengakui blog lama saya terlalu menyeee menyeee _____ kebanyakan curhat ga penting pula, masya Allah T.T this is my first post. GANBATTE KUDASAII Seribu Kunang di Manhattan Umar Khayam Agepe May , Seribu Kunang kunang di Manhattan Mereka duduk bermalas malasan di sofa Lampu lampu yang berkelipan di belantara pencakar langit yang kelihatan dari jendela mengingatkan Marno pada ratusan kunang kunang yang suka bertabur malam malam di sawah embahnya di desa.

    • [PDF] Download ê Seribu Kunang-kunang di Manhattan | by ↠ Umar Kayam
      206 Umar Kayam
    • thumbnail Title: [PDF] Download ê Seribu Kunang-kunang di Manhattan | by ↠ Umar Kayam
      Posted by:Umar Kayam
      Published :2018-011-19T09:02:24+00:00

    About "Umar Kayam"

      • Umar Kayam

        Many predicate have been given to Umar Kayam He was a writer, lecturer, bigscreen artist Most of his time was spended as a lecturer at Gadjah Mada University, Yogyakarta.Bibliography Sri Sumarah Pustaka Jaya, 1975 Para Priyayi Pustaka Jaya, 1992 Jalan Menikung Para Priyayi 2 Pustaka Jaya, 2002


    168 Comments

    1. Setiap cerita meninggalkan kesan berbeda saat membacanya; haru, bahagia, kesel, marah. Dr sepuluh kisah, 3 kisah sukses menjerat gw; Musim Gugur Kembali di Connecticut, Bawuk & Sri Sumarah. Dgn berlatar kemelut politik, umar sukses meramunya menjadi kisah yg hebat. Pengorbanan, ketabahan, perjuangan, cinta, kemandirian menghiasi ke 3 kisah tersebut. Membuat gw mengagumi sosok Istri Tono, Bawuk & Sri Sumarah. Mereka perempuan hebat. Dan musim gugur itu menjatuhkan keharuan, mengiringi Baw [...]


    2. Apa yang bisa kalian bayangkan tentang Manhattan? Sebuah pulau. Ya, sebuah kota-pulau yang mengelilingi kota New York (dengan beberapa pulau kecil lain) dan membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai New York Country.Apa yang istimewa dari sebuah pulau bernama Manhattan dalam buku ini? Umar Kayam. Ya, sastrawan Indonesia ini mendeskripsikan Manhattan dengan sangat baik. Seolah-olah saat membaca beberapa cerita dalam buku ini kita diajak oleh Umar Kayam berkeliling dan menjelajahi Manhattan dan [...]


    3. Buku ini merupakan salah satu karya terbaik almarhum Umar Kayam. Kumpulan cerpen ini merupakan rangkuman dari cerpen pilihan yang ditulis sejak tahun 1968 sd 1980an. Umar Kayam yang merupakan sosok budayawan intelek, tidak canggung dan tidak gagap menuliskan realisme nilai-nilai budaya Jawa dalam cerpennya. Malah sebaliknya, keahlian beliau untuk memebenturkan kondisi modern dengan nilai-nilai budaya, akan mengajak kita untuk lebih merefleksikan diri terhadap dinamika budaya yang berkembang saat [...]


    4. Buku ini memuat 14 versi cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan. Versi pertama, versi bahasa Indonesia. Versi kedua hingga keempatbelas adalah versi bahasa daerah.Siribee Meuk di Manhattan (Bahasa Aceh),Hillophillop Ni Lampoting di Sosor Manhattan (Bahasa Batak Toba),Saribu Api-Api di Manhattan (Bahasa Minangkabau),Saribu Cicika di Manhattan (Bahasa Sunda),Sewu Kunang Ing Manhattan (Bahasa Cirebon),Konang-Konang Ing Manhattan (Bahasa Jawa),Prappa’na Nang-Konang Nabuy E Manhattan (Bahasa Madu [...]


    5. Aku termangu. Terdiam seribu bahasa. Terhenyak.Setiap karakter dalam cerita-cerita ini begitu hidup. They are there, doing things and alive. Kumpulan cerita pendek dengan dua sisi. Sisi yang kiri menunjukkan dunia asing dari mata seorang Indonesia, sisi yang kanan cerminan kehidupan dan kepahitan saat Indonesia melalui gejolak politik.


    6. cara bercerita Umar Kayam yang berbeda dibanding kumpulan kolomnya yang terkenal itu (seri Mangan Ora Mangan Kumpul).Dibanding novelnya dan kumpulan kolomnya, kumpulan cerpen inilah karya terbaik Umar Kayam.(full review in progress)



    7. Belum jelas kenapa yang terpilih sebagai judul buku ini adalah Seribu Kunang-Kunang Di Manhattan. Apa karena mau disamakan dengan chapter pertama buku ini, jadi tidak perlu repot lagi memilih atau ada alasan lain. Biar mejadi teka-teki buat kita. Yang jelas, terdapatnya nama kota besar di Amerika sana bukan berarti di dalamnya mengisahkan cerita-cerita kejadian atau panorama kota tersebut. Tetapi susunannya ceritanya menarik, menurut saya. Di awali dengan kisah sepasang kekasih yang berada di Ma [...]


    8. baru dpt di TM bookstore depok dgn diskon 30% dan harga asli 49rbhh, udah abis skrg krn cuma 2 gw beli semua. tp di gramed depok ada 10 tp 52rb.***Gue suka cerita tentang Bawuk dan Sri SumarahRasanya masih dengan gaya priyayi yang digambarkan namun terjerumus dalam suatu kondisi sosial yang membuat kehidupan berubah selamanya mengikuti angin perubahanMembaca kumpulan ini, awalnya gw hilang.Hilang tak bisa berkonsentrasi dan tidak menemukan jiwanya.Tidak bisa mencerna isi cerita di New York.Tapi [...]


    9. Kumpulan cerita pendek yang dalam keterbatasan ruang pena mampu memainkan emosi kita. Ada tersenyum, tertawa konyol, namun tiba-tiba merasa terhempas. sudut pilu. Ini lembar kehidupan yang beliau tunjukan kepada kita dalam beberapa halaman saja, dalam beberapa menit baca… bagaimana dengan lembar kehidupan serupa yang dahulu dilalui di kehidupan nyata? Kehidupan nyata yang bukan beberapa menit, tapi tahun demi tahun situasi serupa dan juga rasa pilu yang sesungguhnya. hidup kah itu? saat pikira [...]


    10. menurut gunawan muhammad ini adalah salah satu kumpulan cerpen terbaik yang pernah dihasilkan. pemikiran kayam dalam cerpen dan novelnya memebrikan satu sumbangan yang sangat besar dalam dunia sastra indonesia khususnya sumbanganyya yaitu tulisannya yang melahirkan trend tentang realisme. realisme kultural yang dibawa oleh kayam dalam cerpen dan karangan sastra yang dibuatnya merupakan satu hal yang menginsprisasi saya tentang makna kehidupan. intinya cerpen umar kayam itu sederhana, menarik, re [...]


    11. Jika Para Priyayi adalah novel magnum opus almarhum, maka Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah cerpen magnum opusnya.Menarik membaca kumpulan cerpen ini karena sebagian besar bercerita tentang kehidupan di luar negeri (terutama AS) dari sudut pandang Indonesia.Suasana yang dibangun dari cerpen-cerpen di sini mengingatkan kepada Great Gatsby-nya F.S. Fitzgerald yang kental dengan nuansa Amerika yang Jazzy, tapi tetap dengan gaya bahasa sederhana yang khas dari seorang Umar Kayam.


    12. Ini adalah sebuah kumpulan cerpen karya guru besar Umar Kayam. Buku ini berhasil membuatku sadar akan realitas dunia yang penuh dengan kepalsuan dan kekejaman demi ego segelintir manusia. My favorite chapter is Musim Gugur di Connecticut. It really made me cry in the end. Even more crying when the story's brought up to story-telling performance by Landung Simatupang. Mixing of a great writter (Umar Kayam) and an amazing story teller (Landung Simatupang)!


    13. Salah satu begawan dalam dunia tulis menulis Indonesia: Umar Kayam. Dan ini adalah kumpulan cerpen yang sangat amat keren sekali. Sastra tidak harus disampaikan dengan bahasa yang berat dan penuh kata-kata yang berakrobatya suka cara Umar Kayam mengetengahkan Masalah-masalah yang dihadapi oleh sebagian besar tokoh dalam kumpulan cerpen ini. Saya berharap ada lagi pengarang seperti beliau ini.


    14. Ya tuhan, aku begitu sukakan cerpen-cerpen umar kayam. bahasanya sederhana; tak keterlaluan dan tak melebih-lebih. gaya penceritaannya juga begitu, tapi caranya mengungkapkan cerita dan meleraikan plot kemas sekali. aku boleh rasakan suasana romantisme yang terdapat pada beberapa buah cerpen yang ditulis beliau.cerpen kegemaran: istriku, madame schlitz, dan sang-raksasa.


    15. begitu cerdas dan kaya wawasan semua cerpennya disiningungkapannya begitu penuh makna, tak ada satu katapun yang sia-siangga sekali aku pernanh mementaskan teater seribu kunang2 di manhattan. tantangan yang lumayan bikin deg-degan.love u umar kayam




    16. lebih dari tiga kali gw baca buku inidan lebih dari tiga makna pula yangtertangkap.buah cerita pendek khayam yang padatdan berhasil!


    17. After looking for this book for a very very very loooong time, I finally found it in some online shop. :))Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah kumcer Umar Kayam pertama yang gue baca. Sejak baca reviewnya di blog Friendster nya Kanya beberapa tahuuuuun yang lalu (iya, Friendster, kebayang kan tahun kapan?) saya langsung jatuh hati. Kumcer ini terdiri atas 10 cerpen karya Umar Kayam dari tahun 60-an sampai 80-an (4 terakhir bisa dibilang novelet sih? Atau cerpen yang kepanjangan), enam dianta [...]


    18. Sebelum saya memiliki buku ini, saya sudah pernah membaca cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan. Saat itu saya tak terlalu memahami isi ceritanya dan menganggap biasa saja terhadap cerpen ini. Tapi setelah beberapa waktu buku ini menjadi timbunan saya yang tidak tersentuh, saya mencoba membacanya kembali. Saya mengulang baca cerpen Seribu Kunang-kunang di Manhattan, dan ternyata efeknya sangat berbeda. Entah kenapa saya jadi memahami isi ceritanya begitu saja dan menyukainya (begitu saja) pul [...]


    19. 1. Seribu Kunang-kunang di Manhattan : 2 Bintang : Setan, bulan itu memang kuning keemasan2. Istriku, Madame Schlitz, dan Sang Raksasa : 2 Bintang : Mpok, ade lengkoas gak??bagi dong,mpok3. Sybil : 3 Bintang : Gw ga akan menamakan anak gw Sybil, Sybil yang gw kenal semuanya gila4. Secangkir Kopi dan Sepotong Donat : 2 Bintang : Dunkin Donut menurut gw lebih enak daripada Jco5. Chief Sitting Bull : 3 Bintang : Tua-tua keladi.kin tua makin jadi6. There Goes Tatum : 2 Bintang: Kejahatan tidak hanya [...]


    20. Selesai baca "Seribu Kunang-kunang di Manhattan", kumpulan cerpen Umar Kayam.Satu hal yang saya tangkap dari cerpen-cerpennya Umar Kayam, dialognya kurang ajar banget; efektif, nyeleneh, slengean, mengalir, kuat, dan menggerakkan plot.Favorit saya sebuah cerpen berjudul Kimono Biru buat Istri yang bercerita tentang Mus, seorang suami yang diberi amanah oleh istrinya untuk membelikannya sebuah kimono biru bermotif burung bangau. Di Ginza, Mus malah bertemu sahabat lamanya yang membuatnya kilas ba [...]


    21. Tak ada cerita menyedihkan yang mandayu-dayu dalam kumpulan cerita ini, bahkan ciri menonjol dari buku ini adalah humor. Namun saya membaca buku ini dengan mata berkaca-kaca karena keindahan realitas yang ditampilkan Kayam dengnan sangat sederhana, polos.Saya selalu ingat ketika merasa tersesat dalam fragmen Jean dan Marno yang begitu sublim dalam cerpen "Seribu Kunang-kunang di Manhattan". Ketika cerita habis, saya terkaget-kaget tanpa tahu alur cerita, namun bisa memahami kenapa Jean Menangis. [...]


    22. Menghadirkan cerita secara hemat dan cerdas berdasarkan kenyataan hidup. Pembaca diajak bergeser dari Manhattan sampai ke tanah Jawa.Kecerdasan penceritaan dari Umar Kayam yang mampu menghadirkan situasi seolah masih belum selesai berupa garis samar. Namun mampu mengajak kita untuk terus membaca. Dari kehidupan di Manhattan sampai intrik - intrik PKI di Indonesia yang sangat menarik untuk dibaca.Secara keseluruhan sangat menarik untuk dibaca ke-10 cerpennya. Poin plus buat cerita Sybil, There Go [...]


    23. Bukunya asik, perspektif ndeso yang kerap "ngintelek" dalam mencerna dan menyajikan kembali yang terlintas dalam kehidupan sekilas di luar negeri, dan suka dukanya sebagai seorang "multitalenta" Indonesia. Apalagi saya sempat mengalami euforia kekaguman terhadap sosok Umar Kayam, tetapi belakangan setelah membaca kumpulan kolomnya yang berjudul Dialog. Ternyata Dialog lebih saya sukai dibanding buku ini. Tetapi lebih kurangnya, Umar Kayam memang satu dari sedikit tokoh intelektual Indonesia yang [...]


    24. cerpen-cerpen dalan buku ini bisa dikomentari dengan hanya satu kata, menakjubkan!umar kayam yang realis begitu mengenal dunia yang ia tulis. sederhana dalam penyampaian namun kaya dlam maknaperti cerpen yang menjadi judul buku ini. seribu kunang-kunang di manhattan. ceritera tentang perselingkuha dua orang dewasa yang diakhiri dengan ending yang lirih, sangat indah. lalu chief sitting bull, yang berceritera tetang seorang kakek yang berain peperangan dengan anak-anak.umar kayam membuktikan diri [...]


    25. akhirnya selesai! :)setelah malas-malasan membaca 1-6 cerita pertama akhirnya cerita ketujuh dan seterusnya membuat saya bersemangat untuk bisa menyelesaikan buku ini. memang ada perbedaan background cerita antara 'bagian pertama' dan 'bagian kedua'. *baca sendiri ya :pmungkin saya juga harus beradaptasi dengan cara bertutur Umar Kayam; yang agak beda dengan penulis-penulis yang sudah saya baca-ini karya pertama beliau yang saya bacaya penasaran dengan karya beliau yang lain. :)credit buat mas u [...]


    26. buku ini aku baca, dah lamas jalan jalan ke toko buku di jogja, iseng aja liat judulnya. Sebuah judul yang menarikinyat ku si (sebagai manusia awam sastra) lumayan menarik, karena komponen pemilihan katanya lumayan cepet connect ke otak ku (alias aku g perlu mengernyitkan kening tuk menterjemahkan isi novel ini). Kejadian yang di ambil juga lumayan nyambung ma kondisi nyata. Kesimpulan ku si.aku suka bahasanya dari pada ceritanya :)


    27. Dua hari lalu nemu buku ini di Zoe dan kupinjam. Sayabgnya cuma punya waktu dua hari untuk membacanya karena harus pulang hari ini. Selain cerpen utama yang menjfi judul buku, cerpencerpen lain juga punya kekuatan yang gila di dialog. Dialognya benarbenar mewakili karakter, menguatkan mereka. Dan ya, ada banyak lapisan makna yang ingin diungkap penulisnya. Beberapa cerpen lain membutuhkan kekuatan pembacaan yang ekstra agar bisa memahaminya.


    Leave a Reply